Connect with us

Seruyan

8 Kali Disclaimer, Sudarsono Hanya Perlu Dua Tahun Untuk Membenahinya

SERUYAN – Sejak dilantik menjadi Bupati Seruyan 2013-2018, Sudarsono memiliki beban tugas yang sangat berat, karena pemerintahan sedang tidak stabil, baik dari sisi keuangan, konflik kepentingan, hingga administrasi diintern pemerintahan yang kurang terkontrol

Penelusuran Kalteng Independen, yang paling membebani Sudarsono ketika itu adalah Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) yang menyatakan kehabisan kata-kata untuk menilai laporan keuangan Pemkab Seruyan, yang secara beruntun selama delapan tahun sejak tahun 2004-2011 yang laporan keuangannya diluar kewajaran, sehingga BPK RI memberikan opini Disclaimer atau Tidak Menyatakan Pendapat (TMP).

Disclaimer adalah opini terburuk yang diberikan oleh BPK RI atas kinerja Pemerintah Daerah (Pemda). Biasanya BPK RI memberikan opini keuangan tertinggi kepada Pemkab yang berhasil mengelola kinerja pemerintahannya dengan opini terbaik Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), kemudian Wajar Dengan Pengecualian (WDP), opini Tidak Wajar (TW) dan terakhir opini paling buruk yakni, Disclaimer atau tidak menyatakan pendapat.

Gara-gara LHP BPK RI itu juga, Kabupaten Seruyan ditahun 2013-2014 ramai diisukan akan dikembalikan ke Kabupaten induk yakni, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), karena Pemkab Seruyan dianggap tidak mampu mengelola pemerintahannya sendiri.

Disisi lain, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) ketika itu Gamawan Fauzi, sudah mewarning Pemkab Seruyan, jika Pemkab sampai sepuluh kali berturut-turut memperoleh Disclaimer, maka Seruyan akan dilebur ke Kabupaten induknya.

Hari demi hari Sudarsono berpikir keras bagaimana memperbaiki karut marut di lingkungan pemerintahannya dengan secepatnya agar Bumi Gawi Hatantiring ini statusnya tidak kembali menjadi kecamatan lagi. Beberapa pejabat kemudian di mutasi, catatan Kalteng Independen mutasi besar-besaran tahap pertama dimulai tanggal 26 September 2014.

Tahun pertama menuju tahun kedua 2014, perjuangan Sudarsono perlahan mulai membuahkan hasil, opini keuangan Pemkab membaik, BPK RI memberi kredit Wajar Dengan Pengecualian (WDP) atas laporan keuangan Pemkab Seruyan dengan sejumlah opsi perbaikan. Penilaian itu memacu orang nomor satu di Pemkab Seruyan itu bersama sama jajarannya untuk terus memperbaiki kinerja pemerintahan dari berbagai sisi.

Tahun 2015, mutasi pejabat besar-besaran juga dilakukan dan akhirnya Pemkab Seruyan memperoleh kado istimewa, bahwa laporan keuangan Pemkab Seruyan dinilai BPK RI terus menunjukkan perbaikan sehingga Pemkab mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian / WTP untuk pertama kali sejak Kabupaten Seruyan menjadi Kabupaten definitif tahun 2002.  

Belum juga sesuai harapan, Sudarsono kembali menata pegawainya di 26 Februari 2016, di waktu itu setidaknya 294 pegawai golongan II, III dan IV menempati posisi baru.

Penyegaran di tubuh pegawai membuahkan hasil yang cukup signifikan, tahun 2016 Pemkab kembali meraih opini WTP yang kedua dari BPK RI dan berlanjut yang ketiga kalinya untuk pengelolaan keuangan tahun 2017 yang hasilnya baru keluar minggu lalu.

“Kalau bicara soal perbaikan administrasi, torehan prestasi kita dalam lima tahun ini luar biasa, coba lihat pada saat dilantik jadi Bupati Seruyan tahun 2013 lalu, Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) yang terburuk, karena sampai disclaimer sampai sembilan kali. sekarang dalam tiga tahun terakhir laporan keuangan berbalik, yakni memperoler opini dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) dengan opini terbaik, Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” kata Sudarsono saat berkampanye di Jalan Datuk Samudin Kuala Pembuang Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah, Selasa (5/6/2018).

“Ini prestasi yang tidak terbantahkan,” kata Sudarsono Bupati Petahamelanjutkan.

Maka dari itu katanya, tidak ada pasangan lain yang mengusung jargon ”Perubahan”, karena memang tidak ada yang perlu dirubah lagi.

“Nah, kalau tidak ada yang perlu dirubah, tunggu apa lagi “tetap Sudarsono”,tuturnya. (Tim KI)

Tinggalkan Komentar

More in Seruyan