Connect with us

Barito Selatan

Proyek Senilai Rp2 Miliar Lebih di Jenamas Barito Selatan Mangkrak, Ada Apa?

TAMPAK Bagunan Puskesmas di Kecamatan Jenamas Kabupaten Barito Selatan Provinsi Kalimantan Tengah mangkrak. Foto | Kalteng Independen

BUNTOK – Harapan masyarakat Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah, khususnya warga Kecamatan Jenamas memiliki fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai seperti Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di tahun 2019 ini terancam gagal. Pasalnya, bangunan Puskesmas senilai Rp2 miliar lebih atau tepatnya Rp2.024 miliar, yang dibangun tahun 2018 lalu tak kunjung selesai.

Dalam draf kontrak pengadaan, CV Sinar Sentosa selaku kontraktor pelaksana proyek pelayanan kesehatan tersebut memulai pekerjaannya selama 120 hari, terhitung sejak 13 Juli 2018 – 9 November 2018. Akan tetapi pantauan lapangan kaltengindependen.com, menemukan hingga Februari 2019 ini bangunan megah dua lantai berkonstruksi beton tersebut belum juga selesai dikerjakan oleh kontraktor asal Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara itu.

Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Lingkungan (Kesling) Dinas Kesehatan Barito Selatan  Asdiansyah, yang juga menjabat sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pembangunan Puskesmas Kecamatan Jenamas tersebut mengemukakan, selain Puskesmas Jenamas ada dua paket proyek lainnya yang juga diputus kontraknya.

Asdiansyah menambahkan, melihat indikasi kegagalan pengerjaan proyek Puskesmas Jenamas, kemudian dilakukan evaluasi dalam rapat bersama konsultan pengawas, direksi teknis, kontraktor, PPTK, PPK, PA (Pengguna Anggaran), yang kemudian menyepakati ada penambahan waktu pekerjaan dan deadline, beserta dendanya.

Sayangnya, sebagai PPTK, Asdiansyah tidak begitu mengetahui secara persis apa saja yang menjadi kegagalan kontraktor sebagai pihak yang paling bertanggungjawab, sehingga bangunan Puskesmas Jenamas itu mangkrak.

Asdiansyah memperkirakan, persentase pembangunan Puskesmas Jenamas hanya dikisaran 60 persen. Kontraktor tidak mampu melanjutkan pembangunannya lagi dengan alasan yang tidak disebutkan.

“Kami bayarkan sesuai dengan kemajuan progres realisasi fisik di lapangan. Kami menjalankan itu sesuai dengan peraturan yang ada,” terangnya seraya menjelaskan, sebelum memutus kontrak CV Sinar Sentosa, pihaknya terlebih dahulu memberi surat terguran sebanyak dua kali.

CV Sinar Sentosa, dan pihak terkait, harus bertanggungjawab atas mangkraknya bangunan Puskesmas tersebut. Pasalnya dalam dokumen kontrak yang ditandatangi diatas materai, pihak penyedia berkomitmen menyelesaikan pekerjaan hingga selesai 100 persen dengan tepat waktu. (Tim KI/KI-02)  

Tinggalkan Komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Barito Selatan