Connect with us

Headline

PT Cipta Argo Perdana Sosialisasikan Amdal Pengerukan Alur Muara Sei Seruyan

80 Persen Pekerjanya Dari Masyarakat Setempat

ACARA Sosialisasi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) Pertambangan, Pengerukan Alur Pelayaran dan Perawatan Alur Pelayaran di Desa Sungai Undang Kecamatan Seruyan yang digelar di Aula Kantor Bupati Seruyan, Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah. Jumat (3/5/2019). Foto | Kalteng Independen

KUALA PEMBUANG – PT Cipta Agro Perdana menggelar pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), instansi teknis, camat, kades, tokoh masyarakat, perwakilan nelayan di Aula Kantor Bupati Seruyan, Jumat (3/5/2019).

Pertemuan tersebut merupakan Sosialisasi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) Pertambangan, Pengerukan Alur Pelayaran dan Perawatan Alur Pelayaran yang akan beroperasi di Desa Sungai Undang Kecamatan Seruyan Hilir Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

Dari Pemkab Seruyan diwakili Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Jainuddin Noor, Kepala BLH Priyo Widagdo, Kadis Perikanan Abu Hasan Asari, Kadis Perhubungan Ilias, Camat Seruyan Hilir Timur Heriadi Zebua, Kades Sungai Undang, Kades Pematang Limau serta perwakilan tokoh masyarakat dan nelayan setempat.

Dalam paparannya manajemen PT Cipta Agro Perdana menyatakan, dalam rencana operasional perusahaan, 80 persen tenaga kerjanya berasal dari masyarakat lokal.

“Kemarin ketika kami konsultasi tekhnis, rencana kami 80 persen tenaga kerjanya dari masyarakat lokal,” terangnya.

Akan tetapi katanya, sebelum direkrut menjadi tenaga kerja terlebih dahulu akan dilakukan pelatihan-pelatihan.

“Karena itu merupakan kewajiban perusahaan juga melalui CSR (Corporate Social Responsibility),” ujarnya lagi.

Selain itu, untuk kebutuhan operasional perusahaan termasuk sembako dan BBM, juga akan diambil dari masyarakat lokal. Tidak hanya itu, Pemkab Seruyan juga akan merasakan dampaknya dalam bentuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) berupa pajak.

“Jadi tidak hanya masyarakatnya, Pemkab-nya juga dapat pemasukan,” terangnya.

Sementara Konsultan Amdal memaparkan, pihaknya akan melakukan kajian secara mendalam dan detail diwilayah operasional perusahaan. Operasi penyedotan pasir di wilayah Desa Sungai Undang katanya, hanya menggunakan pompa sedotan dengan pipa 8 inci.

“Secara tekhnis pengerjaannya hanya menggunakan pompa sedotan seperti yang lazimnya digunakan masyarakat. pipa terbesar digunakan berukuran delapan inci, yang kemudian dialirkan ke atas tongkang,” katanya.

Kemampuan tongkang pengangkut pasir PT Cipta Agro Perdana berkapasitas 5.000 meter kubik. Waktu yang diperlukan untuk mengisi tongkang hingga penuh diperkirakan memakan waktu selama dua harian.

Konsultan juga akan melakukan kajian secara mendetail dan mendalam di area terdampak, diantaranya meminimalisir potensi yang mungkin terjadi di area kerja PT Cipta Agro Perdana, tingkat kecepatan arus saat pasang dan surut, kekeruhan air saat operasional. Termasuk memasang rambu-rambu siang dan malam.

Sementara Asisten II Djainuddin Noor mengemukakan, PT Cipta Agro Perdana telah melengkapi empat jenis perijinan yang diperlukan termasuk diantaranya Ijin Usaha Pertambangan (IUP) ekplorasi hingga ijin operasionalnya.

Amdal merupakan bagian dari syarat mutlak untuk PT Cipta Agro Perdana melakukan operasi produksi.

Perwakilan kelompok nelayan Desa Sungai Undang, Adim menginginkan, ada sosialisasi susulan ke masyarakat Sungai Undang agar masyarakat mengetahui lebih jelas cara kerja investasi di wilayah tersebut.

“Karena yang terdampak langsung adalah warga Sungai Undang,” paparnya. Tim KI/KI-02

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Headline