Connect with us

Bola

Publik Serukan Pemecatan Pelatih Kalteng Putra Usai Diimbangi Barito

Pelatih kepala Kalteng Putra, Gomes De Oliviera. Foto | Instagram kaltengputra_id

PALANGKA RAYA – Laga lanjutan kompetisi sepakbola Liga 1 yang mempertemukan Kalteng Putra Vs Barito Putra, di Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya, Sabtu (5/10) sore, berakhir seri 1-1. Kegagalan tim tuan rumah meraih kemenangan pada “Derbi Kalimantan” ini memicu pendukung menyerukan pemecatan pelatih Gomes de Oliviera.

Pada laga tersebut, Kalteng Putra tampil menyerang sejak menit awal. Tetapi tidak banyak peluang yang mengancam gawang Barito Putera yang dikawal Aditya Harlan.

Sementara Barito Putera lebih banyak mengandalkan serangan-serangan balik. Namun, tim asal Kalimantan Selatan itu juga tak mampu mengubah keadaan. Skor 0-0 bertahan hingga babak pertama berakhir.

Baru di babak kedua Kalteng Putra mampu membukukan gol melalui sontekan Patrich Wanggai pada menit ke-58. Wanggai mencatatkan namanya di papan skor setelah mendapat umpan matang Wasyiat Hasbullah di kotak penalti. Skor 1-0 untuk Kalteng Putra.

Keunggulan Kalteng Putra tidak bertahan lama. Dua menit berselang, Barito Putra berhasil menyamakan kedudukan lewat serangan balik. Bek Kalteng Putra Kevin Gomes, mencetak gol ke gawangnya sendiri. Kedudukan pun berubah menjadi sama kuat 1-1 dan bertahan hingga peluit tanda berakhirnya pertandingan ditiup wasit. 

Tambahan satu angka dari hasil imbang di laga ini tidak mengangkat kedua tim dari zona degradasi. Kalteng Putra masih berada di peringkat ke-16 dengan poin 20, sementara Barito Putera menguntit di bawahnya dengan poin yang sama.

Hasil ini membuat publik pendukung tim tuan rumah makin antipati terhadap kinerja kepelatihan Gomes. Salah satunya disampaikan tokoh sepakbola lokal Muhdirin.

Melalui akun media sosialnya @Rin Ekas, Muhdirin mengaku sudah sebulan terakhir menyerukan pemecatan pelatih kepala Kalteng Putra. Dia menilai, Gomes gagal meramu formasi pemain ideal Kalteng Putra agar bisa bersaing dengan tim lain di Liga 1.

Selain itu, lanjut Muhdirin, strategi yang dimainkan pelatih berkebangsaan Brasil itu tidak jelas. “Hari ini buhan pian melihat saurang faktanya. Pola permainan kada jelas, ada gerakan (gol) bunuh diri lagi,” sebutnya. Sar/KI-06

Tinggalkan Komentar

More in Bola