Connect with us

Palangka Raya

Rektor IAIN Imbau Kaum Muslimin Laksanakan Salat Istisqa

Rektor IAIN Palangka Raya Prof Dr H Khairil Anwar Mag (Kanan) menerima cinderamata buku jurnalistik dari tokoh pers H Sutransyah, usai wawancara, Sabtu (10/8/2019). Foto | Saripudin/Kalteng Independen

PALANGKA RAYA – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) kian pekat dan berdampak luas. Selain diperlukan upaya penanggulangan riil di lapangan, masyarakat juga diimbau melakukan cara religius, yakni Salat Istisqa atau salat sunnah memohon turunnya hujan.

Harapan tersebut disampaikan Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya Prof Dr H Khairil Anwar MAg, kepada wartawan, Sabtu (10/8/2019).

“Kita berharap kaum muslimin di seluruh wilayah Kalteng,baik di Kota Palangka Raya ataupun di kabupaten-kabupaten melaksanakan Salat Istisqa,”imbau Khairil Anwar.

Tokoh pendidik asal Kota Martapura, Kalimantan Selatan itu juga berharap agar para khatib yang bertugas pada Salat Idul Adha, 12 Juli 2019 lusa, untuk menyertakan seruan tentang penanganan karhutla dan kabut asap dalam materi khutbah, serta berdoa bersama agar kondisi demikian cepat berlalu.

“Ini merupakan upaya religius kita selaku kaum muslimin untuk meminimalisir kebakaran hutan dan lahan yang menjadi penyebab kabut asap,” ujar mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tersebut.

Dikatakannya, upaya memohon kuasa Allah SWT untuk menurunkan hujan ini perlu dilakukan selain aksi riil oleh pihak terkait maupun masyarakat dalam proses pemadaman titik-titik api.

Ditambahkannya, upaya nyata maupun religius dalam penanganan masalah karhutla dan kabut asap ini merupakan hal yang urgen dilakukan. Sebab, kabut asap yang terjadi di sejumlah wilayah, terutama di Kota Palangka Raya telah menimbulkan dampak yang makin mengkhawatirkan.

“Dampaknya terutama pada tiga hal, kesehatan masyarakat, pendidikan, dan perekonomian,” sebutnya.

Dampak kesehatan, sambungnya, saat ini telah banyak warga terutama anak-anak yang mengalami gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Kondisi demikian menimbulkan dampak lanjutan, yakni di bidang pendidikan di mana sejumlah sekolah telah memangkas jam belajar bagi peserta didiknya.

“Jika kabut asap ini terus berlanjut, atau bahkan semakin pekat, maka juga berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan. Ini akan merugikan perekonomian di daerah kita,” tandasnya. Sar/KI-06

Tinggalkan Komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Palangka Raya