Connect with us

Barito Selatan

Tabrak Fender, Tongkang Pengangkut Batubara Milik PT Aswin Bara Baronang di Tahan

TAMPAK kondisi fender (Pengaman) jembatan Kalahien, Kabupaten Barito Selatan Kalimantan Tengah roboh pasca tersenggol tongkang pengangkut batubara milik PT Asmin Bara Baronang, Selasa (30/4/2019). Foto | Istimewa/Kalteng Independen

BUNTOK – Pasca menabrak fender (Pengaman) jembatan Kalahien, Kabupaten Barito Selatan Kalimantan Tengah, tongkang bermuatan batubara milik PT Aswin Bara Baronang sebanyak 7.500 metrik ton lebih yang ditarik tugboat TB ITS Diamonds ditahan di Barito Selatan.

Kepala Dinas Perhubungan Barito Selatan Daud Danda di Buntok, Rabu (1/5/2019) kemarin menyatakan, hingga saat ini persoalan itu belum selesai sehingga pihaknya perlu menegaskan dan menginstruksikan kepada pihak UPTD Pelabuhan Kecamatan Dusun Utara yang ada di kelurahan Pendang dan UPTD Pasar Lama Buntok,untuk menahan dan melarang setiap tongkang melintasi Jembatan Kalahien, baik dari arah hulu maupun hilir sungai Barito.

“Sesuai aturan yang berlaku dalam unit formalnya bahwa yang bertanggung jawab adalah pemilik tongkang yakni PT Aswin Bara Baronang,” kata Daud Danda.

Daud-sapaannya- menyebut, akibat kejadian itu, keamanan jembatan tersebut menjadi rawan karena tidak ada lagi tiang pengaman jika terjadi insiden serupa, padahal lalu lintas tongkang batu bara di bawah jembatan itu cukup ramai.

“Nanti kami akan buat berita acaranya, dan kami berharap penyelesaian masalah ini dilakukan dengan cepat,” kata Daud Danda.

Berapa dana yang diperlukan untuk perbaikan fender jembatan itu? Dinas Perhubungan Barito Selatan belum bisa memastikannya. Masalah itu terlebih dahulu akan dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Kalteng karena jembatan tersebut dibawah kewenangan pemerintah provinsi.

Untuk sementara katanya, pihaknya tidak mengizinkan tongkang bermuatan batu bara melintasi Jembatan Kalahien sebelum fender jembatan diperbaiki.

Dishub Siapkan Kapal Pandu Bagi Tongkang Batubara

Menyikapi persoalan tersebut dan mencegah insiden serupa, Dishub Barsel berencana akan memberlakukan kembali jasa asis atau kapal pandu bagi kapal tongkang yang melintas di bawah jembatan Kalahien.

Sementara, Kapolsek Dusun Selatan IPDA Abi Karsa membenarkan saat ini kapal beserta tongkang tersebut masih di tahan di perairan Barsel dan masih dalam proses penyelidikan.

“Masih kita selidiki, kita juga memeriksa Kapten kapal Edi Susanto (41) untuk pengembangan lebih lanjut,” singkatnya. BS/Tim KI/KI-03

Tinggalkan Komentar

More in Barito Selatan